Mengembalikan Semangat Lari Setelah Lahir Anak Ketiga
Setelah kelahiran anak ketiga, saya sangat jarang melakukan olahraga lari. Aktivitas ini dulu menjadi rutinitas yang menyenangkan, tetapi kini menjadi tantangan tersendiri untuk meluangkan waktu dan energi. Selain menulis beberapa blog seperti Cryptonous, Berita Telat, AturDiri, Klotakan dan Lantai Kayu, saya hanya berkutat pada gitar untuk cover ala-ala YouTuber.
Mencoba Kembali dengan Strava
Baru-baru ini, marak terdengar tentang joki Strava yang membuat saya iseng menginstal aplikasi tersebut dan memulai lari lagi. Ternyata, hasilnya sangat jauh dari harapan. Performa saya drop drastis, maklum sudah setahun tidak berlari, hehe. Namun, ada beberapa hal menarik yang saya temukan dalam proses ini:
1. Motivasi dari Komunitas
Bergabung dengan komunitas lari di Strava memberikan motivasi tersendiri. Melihat aktivitas teman-teman dan mendapatkan dukungan dari mereka menjadi dorongan yang sangat berarti. Bahkan, setiap kali ada yang memberi "kudos" atau komentar positif, rasanya seperti mendapatkan suntikan semangat baru.
2. Melacak Kemajuan
Dengan Strava, saya bisa melacak setiap aktivitas lari dan melihat peningkatan yang terjadi dari waktu ke waktu. Meski awalnya hasilnya mengecewakan, perlahan-lahan ada kemajuan yang bisa dilihat dan ini sangat memotivasi untuk terus berlari.
3. Menetapkan Tujuan Kecil
Saya mulai menetapkan tujuan kecil, ala microhabit seperti berlari 1 km tanpa berhenti, kemudian meningkat menjadi 2 km, dan seterusnya. Tujuan-tujuan kecil ini membuat proses kembali berlari menjadi lebih terstruktur dan terasa lebih mudah dicapai.
Kembali ke Lari: Langkah-Langkah yang Saya Ambil
1. Menentukan Jadwal: Saya mulai dengan menentukan jadwal lari yang realistis, misalnya 1 atau 2 kali seminggu. Ini membantu saya untuk berkomitmen tanpa merasa terbebani.
2. Mempersiapkan Diri: Saya memastikan untuk melakukan pemanasan sebelum lari dan pendinginan setelahnya agar terhindar dari cedera.
3. Mendengarkan Tubuh: Mendengarkan tubuh dan tidak memaksakan diri saat merasa terlalu lelah atau sakit adalah kunci agar tetap konsisten.
4. Menggunakan Peralatan yang Tepat: Sepatu lari yang nyaman dan pakaian yang sesuai sangat membantu dalam meningkatkan kenyamanan dan performa saat berlari.
Manfaat yang Saya Rasakan
Kembali berlari setelah sekian lama ternyata membawa banyak manfaat, baik secara fisik maupun mental. Saya merasa lebih bugar, energi meningkat, dan kualitas tidur menjadi lebih baik. Selain itu, lari juga menjadi waktu me-time yang sangat berharga di tengah kesibukan dan stress manage
Penutup
Memulai kembali lari setelah kelahiran anak ketiga memang bukan hal yang mudah, tapi dengan motivasi yang tepat dan langkah-langkah yang terencana, saya bisa kembali menikmati olahraga ini. Buat kalian yang sedang berusaha untuk kembali ke rutinitas lama atau memulai sesuatu yang baru, jangan takut untuk mencoba dan teruslah bersemangat!
Selamat berlari!
No comments:
Post a Comment