Monday, September 24, 2018

ikut sub marathon lagi.. membosankan.. tapi ini Bromo Marathon man!!

Perjalanan saya sekarang ke Bromo 23 September 2018

10 kilometer adalah  kelas paling bawah di event ini, tentunya yang paling masuk akal untuk amateur seperti saya. Event tahunan dari tahun 2013 ini sangat menantang dikarenakan elevasi atau ketinggian. Pemandangan dan udara yang sejuk sudah pasti manjakan pelari Bromo Marathon 2018.


Dapat dilihat pada gambar dibawah map tentang hubungan MDPL (Meter di atas permukaan laut) vs kilometer tempuh. Dificulty atau kesulitan dikasih rangking 3 dari 5 oleh situs resminya. Whatttt.. ini nih 5 menurut ane.. tanjakan konstan sampai akhir brooo.. kram sampe ke perut nih kalo gak pernah latihan. Benar saja, meski makan pagi jam 4 dan race jam 7.30 perut sempat bergejolak.

sumber: https://bromomarathon.com

sekedar perbandingan full marathon 42 kilometeran, mungkin kapan kapan lah.. ngimpi πŸ˜‚
langsung melewati daerah kawah..  g bayangin rasanya kalo ikut full marathon disini. Di Surabaya Marathon bulan Agustus 2018 kemarin aj g berani ikut 10 kilonya.. hahaha



Persiapan menuju garis start
 23 September pelaksanaan Bromo Marathon 2018 (selanjutnya BroMar18 aj biar simpel). Start untuk marathon jam7. Ane di kelas bontot 10 K start di 7.30. Pembukaan dengan tarian khas suku tengger di awal perlombaan membuat kita rileks dulu sebelum konsentrasi race.
Selfi dulu sebelum berkeringat
persiapan race 10 K BroMar18 sebelum lari ada tarian suku tengger di garis start. Karena letak kami jauh dan hanya terlihat payung kuning sang penari, kita hanya selfi aj ya.. hehe
Banyak banget pesertanya.. mantab
Peserta dari 31 negara memang benar benar antusias BroMar18 ini. Lokal ada bandung, pasuruan, probolinggo, semarang, blitar, jakarta dan masih banyak lagi. Luar negeri ada negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Korea. Yang jauh dari Belanda, Inggris, Swiss, Kanada, Perancis, Denmark dan tentu saja Negaranya pelari Kenya.

Pemandangan mantab, untuk pecinta selfi banyak yang foto daripada lari.. hahaha

Lari BroMar18 ini kemiringan tanjakan sampai 70 derajat (fix amatiran seperti saya jalan saja πŸ˜‚πŸ˜‚) dan melewati perkebunan warga tengger, melewati jalan raya dengan diberi semangat anak suku tengger sangatlah berbeda dengan lari di kota seperti  Surabaya Marathon 2018 kemarin. Selain nafas yang menentukan adalah kekuatan otot kaki atas saat menanjak dan teknik lari di turunan tajam yang menuntut teknik yang benar. Selain resiko cidera lutut dan engkel, bisa jadi otot akan ketarik.. jadi lari model cross country semacam ini perlu latihan persiapan lomba dan teknik yang cukup.
tanjakannya model ginian bro, masih cari foto lainnya ntar update lagi lah
 Cut Off lari 10K berakhir jam 10.30 atau 3 jam dari start. Sedangkan Full Marathon cutt off 8 jam dari start jam 7, lari dari pagi sampe jam 3 sore bro..!!! dan itu orang Indonesia yang Juara, bukan ane pastinya.
42 k belum usai udah cabut aj. Dasar 10 k
Tambah koleksi medali
Pokok e ngeten πŸ‘πŸ‘
http://result.scorenow.co.id/Results.aspx?CId=19723&RId=37&EId=3
Race Result sudah ada di keesokan harinya.. mantab 1 jam 31 menit.. pecahkan rekor sendiri sebelumnya 2 jam di Wonosalam Jombang.



setelah ini, pertanyaannya apakah ikut even lainnya? hmm piker keri

No comments:

Post a Comment